Friday, October 14, 2011
siapa tiru siapa???
☺ Pileuleuyan (Goodbye - Air Supply)
☺ Neng Geulis (Pretty Woman-RayRobinson & Beautiful Girl-Jose Mari Chan)
☺ Potret Manehna (Picture of You - Boyzone)
☺ Awewe tukang bangunan (Material Girl - Madonna)
☺ Cing Tulungan (Save Me - Queen)
☺ Linu (Unwell - Matchbox 21)
☺ Bajing Luncat (Jump - Van Halen)
☺ Kunaon indit (Why Go - Pearl Jam)
☺ Sakasur Kembang Ros (Bed of Roses - Bon Jovi)
☺ Mojang Priangan (Uptown Girl - West Life)
☺ Tikamari (Yesterday - The Beatles)
☺ Panon Hideung (Black Eyed Woman – Santana)
☺ Ulah Ceurik (Don’t Cry - GN'R).
☺ Nyi Entin (Valentine - Jim Brickman ft.Martina McBride)
☺ Teu Aya Deui (I Have Nothing - Whitney Houston)
☺ Patepang Deui (I See You Again - The Three Degrees)
☺ Neneng (Oh Girl - Paul Young)
☺ Kukupu (Butterfly - Mariah Carey)
☺ Budak Ceurik (When The Children Cry - White Lion)
☺ Diantosan Di Pengkolan (I've Been Waiting For You - Guys Next Door)
☺ Hampura (Hard To say I'm Sorry-Chicago)
Wednesday, September 21, 2011
Saturday, September 17, 2011
Benarkah dari awal dia tak pernah direncanakan bagimu?
Friday, September 16, 2011
Sebait Rindu Pada Ayah
Live concert yang bikin air mata bercucuran...
Pada bintang kutitip asa, tuk jumpa ayah tersayang
Pada bintang kutitip rindu, ayah kumenyayangimu...selalu.
Meski hanya bisa merekam sebait penggalan RINDU PADA AYAH, semoga dapat mengobati rinduku pada ayah, pada ibu dan pada-Nya...
Terima kasih untuk mas dadang, yang dihari istimewanya sedia berbagi kebahagiaannya menjadi bahagia kami...
Thursday, April 28, 2011
Ada Apa Dengan Cinta?
| Rating: | |
| Category: | Other |
Yup Kali ini kita bicara cinta nih, tapi ini bukan sedang curhat, bukan loh. Ini sekedar sharing setelah terilhami dari membaca beberapa notes, artikel dan buku serta melihat fenomena perselingkuhan dan perceraian yang kian berseliweran di sekitarku, ya diSEKITARku.
Dulu tahun 90-an kalau mendengar yang selingkuh atau bercerai rasanya gimanaaaa gitu??? Aib? A big mistake? Humiliated? Tapi sekarang sepertinya jadi biasa saja ya karena media infotainment dan entertainment ikut membantu ‘membiasakannya’. Atau bahkan sudah menjadi LIFE STYLE? Kalau tidak selingkuh tidak gaul? Kuno? Naudzubillahi mindzalik.
Ironisnya perselingkuhan bukan saja mendera kaum ABG atau kaum muda yang sedang menjajagi cinta tapi juga kaum dewasa, tak peduli kalangan pejabat, penjahat, para aparat, ulama bahkan ikhwan akhwat hingga tukang soto babat.
Ada apa dengan cinta?
Berkaca pada pernikahan nenek kakek moyang terdahulu, betapa angka perceraian begitu minim meskipun perjodohan masih marak, betapa percintaan masih tanpa pacaran namun pernikahan mereka abadi hingga akhir hayat.
Namun Ada apa dengan cinta sekarang ini?
Kata seorang muridku “SLI dooong Miss, Selingkuh itu Indah miss”. Hadduuuuh kecil-kecil sudah bisa promo SLI nih.
Selingkuh itu masalah hati. Selingkuh itu masalah pilihan dalam hidup. Peluang selingkuh itu menjadi ada ketika hati memilih untuk menggunakan peluang itu. Namun ketika hati menutup peluang itu maka kemenangan milik kita, ‘selamat tinggal selingkuh’ dan SLI tetap berlaku ‘Setia Lebih Indah’. Sepakat?
Thursday, June 19, 2008
ketika Allah menjadi alasan paling utama (curhatnya seorang lelaki)
Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti kepada suami.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan istriku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang rasanya sulit aku tandingi.
Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surgamu. Amin.
Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang…..yang.
…yang……dan 1000 “yang”……lainnya…..Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.
Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.
Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.
Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.
Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?
Ketika aku meminta sedikit….. Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.
Dan ketika aku meminta sedikit…sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit….. Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.
Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.
Tuesday, June 10, 2008
Tuesday, April 22, 2008
Catatan dad n daughter, so sweet...
Fathiyya, 4 th 4 bln usianya saat ini. Sejak usia 2 thn 5 bln sudah berjauhan dengan abi nya. Tapi, Masya Allah kok ya kalo ketemu abi nya masih lengkeeet ngelebihin prangko ma amplopnya.
Waktu di bilangin bahwa she is big enough buat duduk di leher abinya, dia ga terima...he..he..sampai kapan de mau meng-hegemoni abi???? Mudah-mudahan kalau gede dikit sudah mulai malu ma temen-temennya jadi ga minta lip kissing lagi ya ga bi???
Friday, April 11, 2008
Berakhir Penantian…sungguh berakhir penantian itu…
Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati (QS. Al-Ankabut (29):57)
Dalam hening malam baru tersadar pada judul postinganku semingguan lalu, Berakhir penantian: Nyelip diagenda Kampanye HaDe Pisan.Dalam postinganku itu sebenarnya hanya untuk mengingatkanku jadwal kampanye HaDe di Cirebon pada Ahad,
Sabtu 5 april, selepas subuh suami menelpon mengabarkan bahwa Epa, ayahanda kami meninggal dunia. Saat itu aku sempat shock karena sungguh aku masih menanti pertemuan dengan epa sekiranya lebaran nanti, berharap masih bertemu epa meski hanya untuk menatap matanya yang teduh. Suamiku terdengar lebih tegar mungkin karena seminggu lalu masih sempat bertemu bahkan ngobrol banyak dengan epa saat takziah meninggalnya mba fatimah.
Speechless, masih sesegukan aku meminta kali ini suamiku dapat memperjuangkan tiket pesawat untuk kami bertiga (karena minggu lalu kehabisan). Perjalanan kali ini begitu mendadak namun sungguh pertolongan Allah begitu dekat, Ia sesuai prasangka kita. Mulai dari Tiket kereta api hingga pesawat tidak ada kendala meski booking ticket semua dlm keadaan mepet, dan selalu pas tiket dapet pas mau jalan…(kebayang kan ngos-ngosannya…), bahkan sempat ketinggalan pesawat yang pertama (karena waktu 10 menit buat ambil boarding pass-nya dipake buat ngobrol dgn mantan Menperindag pas di depan loket Merpati nya!!! Abi tanggung jawab neh!!!
)
Ternyata berakhir penantian itu bukan di acara kampanyenya HaDe di Cirebon, namun di bandara juanda anak2 melepas rindunya ketemuan dengan abinya. Pelukan hangat bertubi-tubi nih untuk abi tercinta, padahal baru 16 hari ga ketemuannya sudah ala sinetronan gini pelukannya, gimana yang ga ketemuannya berbulan-bulan
Sampai di Branta, Madura, epa sudah dikebumikan. Kami hanya sempat ziarah ke makamnya. Menyusuri jalan berpasir putih menuju makam Epa ada yang menyesakkan dada, Epa yang tak pernah banyak bicara bagiku matanya penuh bercerita. Betapa ia tak meminta apapun dari kami anak-anaknya, cukuplah melihat semua anaknya bahagia menjadi obat bagi hatinya.
Gundukan makam Epa masih basah, namun pasirnya tetap begitu putih dan lembut (karena Branta dekat dengan laut, makamnya pun berpasir putih, pasir laut).Untuk pertama kalinya dalam hidupku pasir putih tak lagi berwarna indah yang ceria untuk bermandi matahari dan air laut, kini pasirputih bernuansa duka namun damai. Epa maafkan kami. Duhai Rabb ampunkan ia, sejahterakan dan hangatkan ia di alam kuburnya.
Allhummaghfirlahu, warhamhu wa’afiehi wa’fuanhu…
Epa, berakhir penantian itu…sungguh berakhir sudah penantian untuk pertemuan indah dengan Sang Rahman Rahiim….
*Berakhir penantian: nyelip di agenda Hade (Skenario Allah diatas Rencana manusia)
Thursday, December 6, 2007
Kepada Bapak anak-anakku
bila kita telah
dan terus masih
berarti kita akan
telah itu sejarah
masih itu kenyataan
akan itu harapan
hari ini sewindu sudah
sejarah kita tercatat
semoga harapan itu menjadi kenyataan
'Happy wedding anniversary dear...'
Thanks 4 being my best soulmate ever!!
Hati yang merindui
Ini bukan kisah cinta meski judulnya merupa novel cinta. Walau bukan kisah cinta, ini sebenarnya cinta nan tulus dari keping hati anak-anakku, Fathan dan Fathiyya.
Sejak kepergian abi mereka untuk tugas di Kuala Lumpur, sayu di mata binar mereka. Fathiyya yang akhir Desember nanti baru genap berusia 4 tahun, mungkin dapat dipahami jika merasa ditinggalkan begitu saja oleh abinya (karena sejak itu ia tidak mau terima telepon dari abinya).
Namun untuk kakaknya, Fathan yang sudah duduk di kelas 2 SD, rasanya sudah seharusnya mengerti dan memahami kepergian abinya untuk tugas. Namun tetap saja Fathan, putraku ini membatu, tak mau terima telepon abinya yang setiap jam breakfast n dinner rutin ngabsen buah hatinya.
Tiba-tiba Fathan & Fathiyya serasa memusuhi abinya. Setiap kutanya kenapa, mereka langsung diam seribu bahasa. Awalnya kupikir karena Fathan kecewa , kami tidak bisa mengantar kepergian abinya dari bandara tempo hari. Namun setelah berlalu lebih dari seminggu baru terlihat, Fathiyya hanya mau bertelepon dengan abinya kalau sekedar meminta oleh-oleh mainan impiannya, untuk bercerita yang lain-lain Fathiyya membatasi karena di ujung ceritanya Fathiyya akan bertanya “kapan abi pulang?” Lalu dia tidak akan terima jika jawaban abinya ‘nanti’ or ‘next week’ atau ‘next-next’ yg lain. Yang diharapkannya hanya satu jawaban ‘sekarang’, jika tidak dia akan langsung menangis meraung-raung!!
Sedangkan Fathan sedikitpun tiada kata terucap untuk abinya. Setiap Handphone ku berdering dan ternyata abinya yg menelpon, dia langsung memasang kedua tangannya untuk menutupi telinganya lalu pergi menjauh, berdiam diri disudut kamarnya.
Baru kusadar dalam diamnya putraku menangisi abinya , hatinya merindui abinya. Ia rindu bersenda gurau dan sholat berjamaah dengan abinya. Maka ia tak kuasa jika mendengar suara abinya, ia tak kuasa berkata-kata karena airmata yang tertahan telah mencekik tenggorokannya. Tiada kata untuk Abi, hanya hati yang merindui….
Pulanglah wahai bapak anak-anakku…
Go home soon, my dear husband.
We miss you so…
Dec 1st 2007
Thursday, June 14, 2007
Kaulah gravitasi...
Pergilah, tapi jangan bawa hatiku
Ambillah sesuka hatimu
jangan sisakan apapun untukku
tapi jangan sentuh hatiku
Pergilah, jangan beri aku ruang lagi
jangan pinta setengah hatiku
kaulah gravitasi itu
yang menarikku dengan cepat
menghempaskanku ke dasar
membuatku sulit bernafas
meski sekedar 'tuk menghela
Pergilah, sebelum aku benar-benar mabuk gravitasi
tapi jangan bawa hatiku
lakukan sesuatu sekarang juga
Pergi dan menyerah atau berperang bersamaku
jangan diam membisu
karena diammu meniadakan gravitasi
tak ada titik nadi
tak ada detak jantung
semua mati
semua tak ada
Pergilah atau tabuhkan genderang perang
jangan hanya diam disitu
karena kaulah gravitasi...
Sudut kamar 14,
Pasca prajabatan
Fuiiii....
Wednesday, May 9, 2007
A great man in my life
He is just a man, never be perfect. But I believe he is the perfect man from Allah for me...yang paling Sempurna...